Siapa orang yang kan kau pilih untuk duniamu
Kamu hanya diam tanpa suara keluar dari bibirmu
Aku tahu tak kan bisa kau ungkapkan saat itu hingga kediaman jadi pilihan jawabanmu
Kenapa ku tanya
aku pun juga tak pernah tahu, kenapa aku bisa bertanya itu padamu
mungkin karena kita tak punya bahan untuk bercerita, atau sekedar kata sementara yang terucap dariku saat kesunyian melanda kita...
Ah, tak salah jika itu kau lakukan
mungkin benar diammu sebuah jawaban tepat untukku
Kemudian di lain hari aku berkata lagi,
Kisah cinta seperti apa yang paling kau suka
Tapi kenapa kau tetap diam
padahal hari itu aku sudah mengalah untuk menerima diam mu
tapi tidak untuk hari ini!
Aku bersikeras agar kau menjawab pertanyaanku
kau tetap diam, diam seperti aku tak pernah mengajakmu bicara
baiklah aku terima lagi
Di hari lain, giliran aku diam
aku tak mau berkata lagi, biar saja kesunyian menghantui kita
biar seribu kebisuan menjadi tema terindah pertemuan kita
seperti kata orang-orang setiap kediaman adalah jawaban
ketika mata telah saling bicara
tapi rasanya tidak buat kita,
bahkan kau tak pernah mau menatapku
entah kemana kau membuangnya
Ku tak marah ku coba mengikutimu
ku ikuti ekor matamu dan itu...
aku dapat jawabannya
Matamu menatap sebuah pohon
dimana sepasang burung bertengger di dahannya
matamu tak berkedip menatapnya
dan itu buatku sadar bahwa kediamanmu kali ini adalah jawaban
Aku tahu kau ingin seperti burung itu
kau ingin setiap saat kau bisa menjaga pasanganmu
kau ingin setiap saat kau bisa selalu bersamanya
tapi bukankah aku ada di sampingmu sekarang
bukankah aku pasanganmu sekarang
ah .....
terlalu lama aku menerka-nerka tentangmu
seolah-olah aku tak yakin tentangmu
tapi ku tegaskan padamu
kita bisa seperti burung itu
andai kita masih punya pohon untuk selalu bertengger
jika bingung artinya
carilah sendiri sampai kau dapat
mungkin jika kau tanya
aku hanya bisa diam
seperti yang pernah kau lakukan sebelum-sebelumnya
karena kebisuan adalah lebih baik dari kita
tanpa harus kita sering bertengkar setiap saat kita mulai bicara
Ah,....sudahlah....!!!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar