Senin, 26 April 2010

Hari itu, aku berkata...
Siapa orang yang kan kau pilih untuk duniamu
Kamu hanya diam tanpa suara keluar dari bibirmu
Aku tahu tak kan bisa kau ungkapkan saat itu hingga kediaman jadi pilihan jawabanmu
Kenapa ku tanya
aku pun juga tak pernah tahu, kenapa aku bisa bertanya itu padamu
mungkin karena kita tak punya bahan untuk bercerita, atau sekedar kata sementara yang terucap dariku saat kesunyian melanda kita...
Ah, tak salah jika itu kau lakukan
mungkin benar diammu sebuah jawaban tepat untukku
Kemudian di lain hari aku berkata lagi,
Kisah cinta seperti apa yang paling kau suka
Tapi kenapa kau tetap diam
padahal hari itu aku sudah mengalah untuk menerima diam mu
tapi tidak untuk hari ini!
Aku bersikeras agar kau menjawab pertanyaanku
kau tetap diam, diam seperti aku tak pernah mengajakmu bicara
baiklah aku terima lagi
Di hari lain, giliran aku diam
aku tak mau berkata lagi, biar saja kesunyian menghantui kita
biar seribu kebisuan menjadi tema terindah pertemuan kita
seperti kata orang-orang setiap kediaman adalah jawaban
ketika mata telah saling bicara
tapi rasanya tidak buat kita,
bahkan kau tak pernah mau menatapku
entah kemana kau membuangnya
Ku tak marah ku coba mengikutimu
ku ikuti ekor matamu dan itu...
aku dapat jawabannya
Matamu menatap sebuah pohon
dimana sepasang burung bertengger di dahannya
matamu tak berkedip menatapnya
dan itu buatku sadar bahwa kediamanmu kali ini adalah jawaban
Aku tahu kau ingin seperti burung itu
kau ingin setiap saat kau bisa menjaga pasanganmu
kau ingin setiap saat kau bisa selalu bersamanya
tapi bukankah aku ada di sampingmu sekarang
bukankah aku pasanganmu sekarang
ah .....
terlalu lama aku menerka-nerka tentangmu
seolah-olah aku tak yakin tentangmu
tapi ku tegaskan padamu
kita bisa seperti burung itu
andai kita masih punya pohon untuk selalu bertengger
jika bingung artinya
carilah sendiri sampai kau dapat
mungkin jika kau tanya
aku hanya bisa diam
seperti yang pernah kau lakukan sebelum-sebelumnya
karena kebisuan adalah lebih baik dari kita
tanpa harus kita sering bertengkar setiap saat kita mulai bicara
Ah,....sudahlah....!!!!

ASMARA DI UJUNG JURANG



Terkadang lelah...
Goyah mengintai sepanjang belah
ketika remuk menguasai
Satu kata yang sulit merajai
Kisah itu terlalu cepat
mengukir lukisan yang terabjad hebat
aku tahu terlalu dini
menyadari kepalsuan ini
Mudah itu terkadang susah
ketika sulit menjadi duri
tentang cinta yang sudah terjadi
begitu sayang dilepas tangan
Ikrar hanya satu
tentang sebuah rasa yang mengilhami semua
tentang kata yang kadang menjadi tema
ketika bicara menyangkut segala
Rasa itu terlalu ada
tuk sekedar mengobati luka
karena jurang itu telah di depan kita
relakah kita kan jatuh ke dalamnya
Kan ku katakan padamu
aku kan slalu mengenggammu
tak kan ku lepas
sampai mata melepas penat
walau kataku kadang tak indah untukmu
ku tahu rasa itu juga mengikatmu
sampai saat nanti semua berkeping
ketika jurang itu selalu menantimu
sekali lagi ku katakan
aku tak kan pernah melepas genggamanku
hingga kita bisa berdiri teguh
saat jurang itu kian menepi
sampai saat itu tiba
tunggulah......

Jumat, 16 April 2010



DAN WAKTU ITU TLAH BERAKHIR

Tak ada senyum yang pantas aku sunggingkan saat ini, kecuali kecaman perasaan yang berkecamuk tak mau henti menyiksaku.Ada sejuta bahkan berjuta-juta kata yang tak bisa terucap, karena bibir ini telah terkunci untuk berkata.Lidahku terasa kelu untuk sekedar bergerak menelan ludah, terasa pahit...pahit...
Huhhhhhhh.......
apa yang harus ku lakukan lagi??
Sering aku bertanya pada diriku sendiri, tapi jawaban itu tak pernah ku dapatkan untuk sekedar mewakili suara hatiku. Sepertinya hatiku telah tertutup mendung gelap, yang tak mungkin berubah terang meskipun sinar matahari menerangi.Seperti telah mati dan beku layaknya es yang tertutup kabut di kutub utara.(Masa sih!)
Apa yang terjadi? Mungkin itu pertanyaan yang slalu diarahkan padaku. Mungkin aku harus menarik nafas dalam dulu untuk menjawab semua itu.Tertekan, terpojok, atau tersiksa oleh perasaan yang sekian lama terapung oleh kenyataan yang tak sesuai harapan. Harapan itu telah membuatku melayang terbang ke awan-awan, tinggi....tinggi sekali dan tanpa ku duga aku harus terjatuh sedemikian tingginya hingga aku terperosok jatuh ke dalam jurang terdalam yang membuatku nyaris tak bernyawa...
Ah, rasanya terlalu hiperbolis aku mengungkapkannya, tapi rasanya itulah ungkapan yang bisa ku luapkan untuk mewakili semua jawabanku, toh aku hanya gadis biasa dengan perasaan rapuh yang mudah terluka...
Tapi, kenyataan ini membuatku sadar bahwa kehidupan ini memang tak ada yang abadi, semua serba berganti karna waktu yang tak pernah berhenti untuk berputar. Seperti roda yang kadang di atas, kadang di bawah .Aku tahu, saat ini aku jatuh tersungkur, aku perlu waktu untuk berdiri lagi. Menggapai semua harapanku yang tlah hilang selama ini.
Keajaiban itu pasti akan datang, bukan ilusi tapi kenyataan yang akan membuatku menyadari jalan hidup ini memang berliku dan berliku...Sulit memang menerima kenyataan yang begitu pahit terasa...tapi pernahkah terpikir bahwa sesungguhnya kepahitan itu membuatku sadar betapa berharganya sesuatu yang manis. Semua itu membuatku menyadari bahwa sesungguhnya hidup ini bukan hanya untuk sekedar menangis atau bersedih, tapi ada kalanya hidup ini harus di isi tawa dan senyum agar kita slalu menghargai betapa mahalnya harga sebuah air mata.
Untuk semua cewek yang pernah tersakiti...jangan pernah menyerah tuk hadapi hidup ini, teruslah bangkit dari setiap kerapuhan,karena stiap perjuanganmu kan mengukir satu bahagia di luar sana. Yang suatu saat kan menjemputmu jika masanya telah tiba....
Jangan pernah sekalipun menyalahkan yang namanya cinta, cinta adalah anugrah, biarkan dia mengalir, karena cinta adalah misteri. Kita tak akan pernah tahu dengan siapa kita esok kan jatuh cinta....Jangan sia-siakan kehidupan ini hanya untuk meratapi kepergiannya,karena suatu saat cinta itu kan menghampiri kita yaitu "C I N T A S E J A T I "

Senin, 12 April 2010

Terlanjur

Dan semua telah terjadi
cerita itu kini berlalu
tinggalkan kenangan yang mungkin hanya kan jadi impian
cerita sedih,tentang salah faham
yang kadang membuat kita slalu berbeda arah
mungkin karna rasa ego
atau rasa ingin memiliki yang terlalu

ah....semua telah terlanjur
semua telah terjadi
kini hanya bisa kita renungi
sgala cerita yang tak mungkin kita ulang
karna waktu tak bisa diputar

aku tau...
masih ada semua tentang ku di dirimu
masih ada rasa itu yang tak mungkin terhapus
masih ada sesuatu tentangku yang stiap saat kan menhantuimu
karna bayanganku tak mungkin pergi walaupun aku tlah pergi skalipun

Ku akui aku juga menyimpan semua rasa itu
tapi aku terlalu bingung atau mungkin aku terlalu lelah
ah sekali lagi aku tak bisa apa-apa
semua tlah terlanjur

Kita yakin,semua rasa masih kita miliki
hanya satu pinta tuk bisa kita saling menjaga
agar cinta itu bisa abadi selamanya.....